Kamis, 17 November 2011

Bentuk-bentuk perubahan sosial budaya


                A.Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial Budaya
1.   Pengertian
                Perubahan sosial adalah suatu keadaan di mana terjadi ketidak sesuaian di antara unsur-unsur yang ada dalam kehidupan sosial yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan.
                Unsur-unsur sosial dalam masyarakat meliputi berikut ini.
©       Nilai-nilai sosial
v  Norma-norma sosial
©       Pola-pola perikelakuan
v  Organisasi
©       Susunan lembaga-lembaga kemasyarakatan
v  Lapisan-lapisan dalam masyarakat
©       Kekuasaan dan wewenangan
v  Interaksi sosial
©       Hubungan sosial
                Perubahan kebudayaan adalah suatu keadaan dimana terjadi ketidak sesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda,sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan.
                Unsur-unsur kebudayaan di kenal sebagai tujuh unsur yang universal,yaitu sebagai berikut.
©       Bahasa
©       Sistem pengtahuan
©       Organisasi sosial
©       Sistem peralatan hidup dan teknologi
©       Sistem ekonomi dan mata pencaharian
©       Sistem religi
©       Kesenian

2.   Sifat dan Ciri Perubahan
Sifat perubahan yang terjadi dalam masyarakat adalah sebagai berikut.
Ø  Merupakan hal yang wajar
Ø  Mesti harus terjadi
Ø  Gejala bersifat umum
Ø  Selama masih ada masyarakat mesti akan mengalami perubahan
Ø  Menarik,Menyolok,atau hanya biasa-biasa saja
Ø  Ada yang pengaruhnya terbatas,atau berpengaruh luas
Ø  Bisa lambat bisa cepat
Ø  Bisa diamati atau sama sekali tidak di sadari.
Proses-proses perubahan sosial yang terjadi dapat diketahui karena adanya ciri-ciri tertentu,antara lain sebagai berikut.
v  Tidak ada masyarakat yang berhenti perkembanagannya,oleh karna setiap masyarakat mengalami perubahan-perubahan yang terjadi secara lambat atau secara cepat.
v  Perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu,akan diikuti dengan perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga sosial lainnya.Karena lembaga-lembaga sosial tadi sifatnya interpenden,maka sulit sekali untuk mengisolasi perubahan pada lembaga-lembaga sosial tertentu,proses yang dimulai dan proses selanjutnya merupakan suatu mata rantai.
v  Perubahan-perubahan sosial yang cepat,biasanya mengakibatkan terjadinya disorganisasi yang sementara sifatnya di dalam proses penyesuaian diri.Di sorganisasi tersebut akan diikuti oleh suatu reorganisasi yang mencakup pemantapan kaidah-kaidah dan nilai-nilai lain yang lain yang baru.
v  Perubahan-perubahan tidak dapat di batasi pada bidang kebendaan atau bidang spiritual saja,oleh karena kedua bidang tersebut mempunyai kaitan timbal balik yang sangat kuat.
v  Secara tipilogis maka perubahan-perubahan sosial dapat di kategorikan sebagai proses sosial (social process),segmentasi (segmentation),perubahan stuktural.
(structural change),dan perubahan dalam struktur kelompok (changes in group stucture).

3.   Bentuk Perubahan Sosial dan Kebudayaan
Ada berbagai bentuk perubahan sosial budaya yang dapat dikelompokkan sebagai berikut.
a.   Berdasarkan Kecepatan Perubahan
1). Evolusi
        Evolusi adalah perubahan-perubahan yang memerlukan waktu yang lama,dimana terdapat suatu rentetan perubahan-perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat.
2). Revolusi
        Revolusi adalah perubahan-perubahan yang cepat,yang mengenai dasar-dasar atau sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat.Di dalam revolusi,perubahan-perubahan yang  terjadi dapat di rencanakan terlebih dahulu maupun tanpa rencana.
Secara Sosiologis,agar suatu revolusi dapat terjadi,maka harus di penuhi syarat-syarat tertentu,antara lain sebagai berikut.
ü  Harus ada keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan.
ü  Adanya seorang pemimpin atau sekelompok orang yang dianggap mampu memimpin masyarakat tersebut.
ü  Pemimpin tersebut dapat menampung keinginan-keinginan umum,untuk kemudian merumuskan serta menegaskan rasa tidak puas dari masyarakat,untuk dijadikan program dan arah bagi geraknya masyarakat.
ü  Pemimpin tersebut harus dapat menunjukkan suatu tujuan pada masyarakat.
ü  Harus ada momentum” untuk revolusi,yaitu suatu saat di mana segala keadaan dan faktor adalah baik sekali untuk mulai dengan gerakan revolusi.Apabila “momentum” yang di pilih keliru,maka revolusi dapat gagal.

b.   Berdasarkan Besar Kecilnya Pengaruh yang Ditimbulkan
1). Perubahan-perubahan yang Kecil Pengaruhnya
        Perubahan-perubahan yang kecil pengaruhnya adalah perubahan-perubahan pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau pengaruh yang berarti bagi masyarakat.
2). Perubahan-perubahan yang Besar Pengaruhnya
        Perubahan-perubahan yang Besar Pengaruhnya adalah perubahan-perubahan pada unsur-unsur struktur sosial yang membawa pengaruh langsung atau pengaruh yang  berarti bagi masyarakat.





c.   Berdasarkan Ada Tidaknya Perencanaan Perubahan
1). Perubahan yang Dikehendaki (Intended-Change) Atau Perubahan yang Direncanakan (Planned-Change)
        Perubahn yang dikehendaki (intended-change) atau perubahan yang direncanakan (planned-change) merupakan perubahan yang diperkirakan atau yang telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan di dalam masyarakat.Pihak-pihak yang menghendaki perubahan dinamakan agent of change,yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan dari masyarakat sebagai pemimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan.
        Suatu perubahan yang dikehendaki atau yang direncanakan,selalu berada di bawah pengendalian serta pengawasan agent of change tersebut.Cara-cara untuk memengaruhi masyarakat dengan sistem yang teratur dan di rencanakan terlebih dahulu,di namakan social engineering atau sering pula dinamakan social plainning.
2). Perubahan-perubahan Sosial yang Tidak Dikehendaki (Uninteded-Change) atau Perubahan yang Tidak Direncanakan (Unplanned-Change)
        Perubahan-perubahan sosial yang tidak di kehendaki (uninteded-change) atau perubahan yang tidak di rencanakan (unplanned-change) merupakan perubahan-perubahan yang terjadi tanpa dikehendaki serta berlangsung di luar jankauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak di harapkan oleh masyarakat.

4.   Teori-Teori Tentang Perubahan Sosial
Beberapa teori tentang perubahan sosial adalah sebagai berikut.
a.   Teori Evolusi (Evolutionary Theory)
        Tokoh yang berpengaruh pada teori ini adalah Emile Durkheim dan Ferdinand Tonnies.Durkheim berpendapat bahwa perubahan karna evolusi memengaruhi cara pengorganisasian masyarakat,terutama yang berhubungan dengan kerja.Adapun Tonnies memandang bahwa masyarakat berubah dari masyarakat sederhana yang mempunyai hubungan erat dan kooperatif menjadi tipe masyarakat besar yang memilki hubungan yang terspesialisasi dan impersonal.Teori ini hanya menjelaskan bagaimana perubahan terjadi tanpa mampu menjelaskan mengapa masyarakat berubah.
b.   Teori Konflik (Conflict Theory)
        Tokoh dalam teori ini adalah Ralf Dahrendorf.Ia berpendapat bahwa semua perubahan sosial merupakan hasil dari konflik kelas di masyarakat.Ia yakin bahwa konflik dan pertentangan selalu ada dalam setiap bagian masyarakat. Menurut pandangannya,prinsip dasar teori konflik,yaitu konflik sosial dan perubahan sosial,selalu melekat dalam struktur masyarakat.Menurut teori ini,konflik berasal dari pertentangan kelas antara kelompok tertindas dan kelompok penguasa sehingga akan mengarah pada perubahan sosial.Teori ini berpedoman pada pemikiran Karl Marx yang menyebutkan bahwa konflik kelas sosial merupakan sumber yang paling penting dan berpengaruh dalam semua perubahan sosial.

c.        Teori Fungsionalis (Functionalist Theory)
        Teori fungsionalis berusaha melacak penyebab perubahan sosial sampai ketidak puasan masyarakat akan kondisinya yang secara pribadi memengaruhi mereka.Teori ini berhasil menjelaskan perubahan sosial yang tingkatnya moderat.
        Konsep kejutan budaya (cultural lag) dari William Ogburn
berusaha menjelaskan perubahan sosial dalam kerangka fungsionalis ini.Menurutnya,meskipun unsur-unsur masyarakat saling berhubungan satu sama lain,beberapa unsur lainnya tidak secepat itu sehingga tertinggal di belakang.Ketertinggalan itu menjadikan kesenjangan sosial dan budaya antara unsur-unsur yang berubah sangat cepat dan unsur-unsur yang berubah lambat.Kesenjangan ini akan menyebabkan adanya kejutan sosial dan budaya pada masyarakat.
        Ogburn menyebutkan perubahan teknologi biasanya lebih cepat daripada perubahan budaya nonmaterial seperti kepercayaan,norma,nilai-nilai yang mengatur masyarakat sehari-hari.Oleh karena itu,dia berpendapat bahwa perubahan teknologi seringkali menghasilkan kejutan budaya yang pada gilirannya akan memunculkan pola-pola perilaku yang baru.meskipun terjadi konflik dengan nilai-nilai tradisional.

d.       Teori Sikilis (Cyclical Theory)
     Teori ini mempunyai perspektif (sudut pandang) yang menarik dalam melihat perubahan sosial.Teori ini beranggapan bahwa perubahan sosial tidak dapat di kendalikan sepenuhnya oleh siapapun,bahkan orang-orang ahli sekalipun.Dalam setiap masyarakat terdapat siklus yang harus diikutinya.Menurut teori ini kebangkitan dan kemunduran suatu peradapan (budaya) tidak dapat di elakkan,dan tdak selamanya perubahan sosial membawakebaikan.
        Oswald Spengeler mengemukakan teorinya bahwa setiap masyarakat berkembang melalui empat tahap perkembangan setiap pertumbuhan manusia,yaitu masa kanak-kanak,remaja,dewasa dan tua.Ia merasa bahwa mayarakat  barat telah mencapai `masa kejayaan’ pada masa dewasa,yaitu selama zaman kemunduran menuju ke masa ` tua’.
        Arnold Toynbee,ejarawan inggris,menambahkan bahwa kebangkitan dan kemunduran suatu peradapan bisa dijelaskan melalui konsep-konsep masyarakat yang saling berhubungan satu sama lain, yaitu tantangan dan tanggapan (challege and response).Dia mengamati bagaimana tiap-tiap masyarakat menghadapi tantangan-tantangan tersebut,maka mayarakat itu akan bertahan dan berkembang.Sebaliknya,jika tidak maka akan mengalami kemunduran dan akhirnya punah.Menurut Toynbee,jika suatu tantangan sudah biasa diatasi akan muncul tantangan baru lainnya yang harus dihadapi mayarakat dalam bentuk interaksi timbal balik dengan lingkungannya.

B. Faktor Pendorong,Penghambat,dan Penyebab Perubahan Sosial
      1. Faktor Pendorong Perubahan Sosial
     Ada berbagai faktor pendorong terjadinya perubahan sosial,yaitu sebagai berikut.
a.     Kontak dengan budaya lain
            Kontak dengan negara lain akan mendorong terjadinya perubahan,karena unsur-unsur kebudayaan tersebut akan saling menyebar dari masyarakat satu ke masyarakat lainnya.Peristiwa itu di sebut difusi,yaitu suatu proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari orang perorangan kepada perorangan lain,dan dari satu masyarakat ke masyarakat lain.
            Antara difusi dan akulturasi terdapat persamaan dan perbedaan.Persamaannya adalah bahwa kedua proses tersebut memerlukan adanya suatu kontak.Tanpa suatui kontak tidak mungkin kedua proses tersebut berlangsung.Akan tetapi dalam proses difusi berlansung kontak tersebut tidak perlu ada secara langsung atau kontinu,sedangkan akulturasi memerlukan hubungan yang dekat,langsung serta kontinu(ada kesinambungan).
b.    Sistem Pendidikan Formal yang Maju
            Pendidikan mengajarkan manusia untuk dapat berfikir secara objektif,yang akan dapat memberikan kemampuan baginya untuk menilai apakah kebudayaan masyarakatnya akan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan zaman atau tidak.
c.     Sikap Menghargai Hasil Karya Seseorang dan Keinginan-keinginan untuk Maju
d.    Toleransi terehadap Perbuatan-perbuatan yang menyimpang (Deviation) yang bukan Merupakan Delik
            Artinya apabila masyarakat menerima suatu bentuk tindakkan yang berbeda dari kebiasaan masyarakat yang perbuatan tersebut bukan berupa kejahatan.

2.       Faktor Penghambat Perubahan Sosial
                Faktor penghambat perubahan yang menghalangi terjadinya perubahan-perubahan (resistance to change) antara lain sebagai berikut:
a.        hubungan dengan masyarakat-masyarakat lain
Kehidupan yang terasing dari masyarakat menyebabkan masyarakat tersebut tidak mengetahui perkembangan-perkembangan apa yang terjadi di masyarakat lain yang mungkin akan memperkaya kebudayaan sendiri.
b.       Perkembangan ilmu pengetahuan
Hal ini mungkin disebabkan oleh karna hidup masyarakat tersebut terasing dan tertutup atau mungkin karena lama dijajah oleh masyarakat lain.
c.        Sikap masyarakat yang sangat tradisional
Suatu sikap yang mmengagungkan tradisi dari masa lampau serta anggapan bahwa tradisi tersebut secara mutlak tidak dapat diubah,menghambat jalan proses perubahan
d.       Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam sangat kuat
Dalam masyarakat terdapat kelmpok sosial tertentu yang dianggap lebih tinggi.Mereka menikmati posisi tersebut dan berusaha mempertahankannya sehingga menutup diri dengan perubahan-perubahan.
e.       Rasa takut akan terjadi kegoyahan pada integrasi kebudayaan
Unsur-unsur dari luar dikhawwatirkan akan mengoyahkan integrasi kebudayaan menebabkan perubahan-perubahan pada aspek-aspek tertentu di dalam masyarakat
f.         Prasangka terhadap hal-hal baru atau asing atau sikap yang tertutup
Sikap yang dewmikian banyak dijumpai pada masyarakat yang pernah dijajah
g.        Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis
Setiap usah yang berkaitan dengan kerohanian  bisanya diartikan sebagai usaha berlawanan  dengan ideologi masyarakat.
h.       Adat atau kebiasaan
Adat istiadat yang dipegang teguhkadang akan menghambat adanya perubahan.
i.         Nilai bahwa hidup ini pada hakikatnya buruk dan tidak mungkin diperbaiki

        3.FAKTOR PENYEBAB  PERUBAHA SOSIAL BUDAYA
A.FAKTOR EKSTERNAL
ü  Bertambahnya atau berkurangnya penduduk
ü  Penemuan-penemuan baru
ü  Pertentangan (conflict)
ü  Terjadinya pemberontakan atau revolusi di dalam tubuh masyarakat itu sendiri








B.FAKTOR INTERNAL

ü  Penyebab yang berasal dari lingkungan alam fisik yang ada disekitar manusia
ü  Peperangan
ü  Pengaruh kebudayaan maasyarakat lain 
·         Akulturasi
·         Difusi
·         Penetrasi
·         Invasi
·         Asimilasi
·         Hibridasi
·         Milenarisasi
·         Adaptasi
·         Imitasi
C. Tipe Perilaku Masyarakat Dalam Menyikapi Perubahan
   1. Tipe-Tipe Masyarakat dalam Menyikapi Perubahan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar